Ada apa dengan Diskriminan dari Kurva Elliptik ?
Ada seorang temanku bertanya, “Gini mas, mengapa koq kurva elliptik
disyaratkan nilai diskriminannya tidak nol, yaitu
, muncul rumus diskriminan seperti itu dari mana mas?…”
Hmmm… setelah membuka kembali referensi tentang kurva elliptik, saya menjumpai pendefinisian diskriminan secara umum melalui definisi persamaan Weierstrass. Akan tetapi saya mencoba untuk mencari versi lain yang lebih mudah. Jadi, intinya agar persamaan
mempunyai akar yang berbeda atau tidak mempunyai suatu akar yang sama (ganda).
Misalkan
mempunyai akar yang sama, maka
dapat difaktorkan, misalkan
. Maka

Dari sini diperoleh:
Dari (1) diperoleh
, substitusikan ke persamaan (2), yaitu
, diperoleh
. Selanjutnya, subtitusikan juga ke persamaan (3), yaitu
, diperoleh
.
Dari kedua persamaan
dan
akan dicari hubungan antara
dan
, oleh karena itu pangkat dari
terlebih dahulu disamakan, yaitu dengan memangkatkan 3 dan 2 berturut-turut, yaitu
dan
. Sehingga diperoleh:

Dari sini diperoleh:
, atau
. Dengan cara yang sama diperoleh juga bahwa jika
, maka
mempunyai akar yang sama. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa
mempunyai akar yang berbeda jika dan hanya jika
.
Agar operasi biner penjumlahan titik dalam kurva elliptik itu well defined, maka
haruslah akar-akarnya berbeda, yaitu jika memenuhi
.
Catatan:
Kurva elliptik yg digunakan di atas didefinisikan atas bilangan real (field R), dan sepertinya berlaku juga untuk field yg lain, hanya saja simbol dan notasinya berbeda. Mohon koreksinya apabila ada yang salah… ![]()




Download diktat kuliah (PDF)








Leave a Reply