Sandi ADFGVX digunakan oleh Tentara Jerman pada Perang Dunia I. Ditemukan pertama kali oleh Kolonel Fritz Nobel pada Maret 1918. ADFGVX menggunakan tabel 6×6 yang berisi 26 huruf dan 10 angka (0-9). Enkripsinya terdiri dari dua proses, yaitu proses substitusi dan proses transposisi. Setiap proses membutuhkan sebuah kunci. Huruf A, D, F, G, V, dan X dipilih karena mudah dikirimkan menggunakan Sandi Morse. Mengenai cara enkripsi dan dekripsi dari Sandi ADFGVX dapat dibaca dan dipelajari selengkapnya pada paper berikut ini: kssy-sandi_adfgvx.pdf (21 Kb, pdf). Selamat mencoba! ![]()
Pada tanggal 23 Juni 2011, kuliah terakhir Aljabar Abstrak II Pendidikan Matematika UAD tidak dilaksanakan seperti biasanya di ruang kelas, tetapi dilaksanakan di Museum Sandi, Yogyakarta, kegiatan ini diikuti sekitar 50 mahasiswa. Dengan ke Museum Sandi, mahasiswa menjadi lebih tahu mengenai aplikasi dari Matematika di dunia nyata, khususnya mengenai Aljabar Abstrak yang ternyata dapat diterapkan dalam dunia persandian/kriptografi. Mahasiswa juga menjadi tahu bahwa konsep-konsep dalam Aljabar Abstrak, seperti grup, ring, dan field (lapangan) ternyata ikut berperan dalam keamanan teknologi informasi, seperti proses enkripsi-dekripsi pada keamanan password e-mail dan tanda tangan digital. Dalam kunjungan ini, mahasiswa diberikan soal latihan aljabar abstrak, enkripsi dan pemecahan sandi rahasia. Berikut ini dokumentasinya…

Di Depan Museum Sandi


